Sunday, April 12, 2015

hopeless love (part 1)

            “Deeerrrt.. derrrrt.. “ getar suara hanphone bututku. Sepertinya ada sebuah pesan. Aku segera mengeluarkan handphone ku dari tas ku dengan harapan itu sebuah pesan dari nya . iya dari nya orang yang dulu pernah dekat dengan ku. Tapi harapan ku hanya sekedar harapan dan angan-angan ku saja. iya ini terjadi saat kami bertengkar hebat. Tak ada satu pun dari kami yang mencoba memeberi kan kabar seperti dulu. Hingga aku sangat berharap kabar dari nya saat kangen ku klimaks kepadanya.  Yah memang ini salah ku, yang terlalu ego dan mau menang sendiri.  Pada saat itu aku bener-bener kangen pada nya. Kangen saat- saat bersamanya , yang dulu hampir setiap detik tak pernah melewatkan moment-moment kami meskipun hanya sekedar pesan bahkan suara dari nya melalui telepon seluler ku. Aku mencoba untuk memulai perpesanan singkat untuknya, sekedar menanyakan kabar nya. Karena aku tau, aku bukan tipe orang yang mudah jauh dengan orang yang mungkin pernah berkesan bagi ku. Aku tak pernah lepas dari handphone ku. Sejam berlalu tanpa ada balasan, membuat ku bosan dan jenuh. Akhirnya tak lama dari kejenuhan ku, dering pesan pun berbunyi yang sengaja aku aktifkan profil deringnya agar tidak terlewat harapan ku. Apa itu balasan dari ya ? .... (to be continued). 

No comments:

Post a Comment