“Deeerrrt..
derrrrt.. “ getar suara hanphone bututku. Sepertinya ada sebuah pesan. Aku segera
mengeluarkan handphone ku dari tas ku dengan harapan itu sebuah pesan dari nya
. iya dari nya orang yang dulu pernah dekat dengan ku. Tapi harapan ku hanya
sekedar harapan dan angan-angan ku saja. iya ini terjadi saat kami bertengkar
hebat. Tak ada satu pun dari kami yang mencoba memeberi kan kabar seperti dulu.
Hingga aku sangat berharap kabar dari nya saat kangen ku klimaks
kepadanya. Yah memang ini salah ku, yang
terlalu ego dan mau menang sendiri. Pada
saat itu aku bener-bener kangen pada nya. Kangen saat- saat bersamanya , yang
dulu hampir setiap detik tak pernah melewatkan moment-moment kami meskipun
hanya sekedar pesan bahkan suara dari nya melalui telepon seluler ku. Aku mencoba
untuk memulai perpesanan singkat untuknya, sekedar menanyakan kabar nya. Karena
aku tau, aku bukan tipe orang yang mudah jauh dengan orang yang mungkin pernah
berkesan bagi ku. Aku tak pernah lepas dari handphone ku. Sejam berlalu tanpa
ada balasan, membuat ku bosan dan jenuh. Akhirnya tak lama dari kejenuhan ku,
dering pesan pun berbunyi yang sengaja aku aktifkan profil deringnya agar tidak
terlewat harapan ku. Apa itu balasan dari ya ? .... (to be continued).
No comments:
Post a Comment